SUPER CARA : Informasi Cara Super Untuk Segala Kebutuhan Anda

Thursday, April 24, 2014

Cara Mudah Menghitung Supernetting pada Jaringan

Terimakasih telah mengunjungi postingan kami yang berjudul Cara Mudah Menghitung Supernetting pada Jaringan ini. Post ini diterbitkan demi melengkapi informasi yang anda cari. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk anda.

Sebelum Melihat informasi utama tentang "Cara Mudah Menghitung Supernetting pada Jaringan", Anda juga dapat menikmati informasi menarik berikut ini :

Berikut Informasi selengkapnya Mengenai Cara Mudah Menghitung Supernetting pada Jaringan

menghitung supernetting memang kerap dijumpai oleh anak-anak informatika. pasalnya untuk membuat suatu jaringan, kita akadang memerlukan teknik supernetting untuk membuatnya. dalam perhitungannya sendiri, supernetting termasuk cukup membingungkan. apalagi bagi yang kurang pahan dengan materi jaringan komputer.

Cara Mudah Menghitung Supernetting pada Jaringan


namun tenang saja, kali ini super cara akan berbagi cara menghitung superneting dengan mudah, agar kalian bisa belajar menghitung supernetting. adapun cara menghitung supernetting adalah sebagai berikut.

Contohnya pembentukan supernet dari gabungan 4 buah jaringan Kelas-C dengan meminjam 2 bit Network, maka komposisi bit 1 dan bit 0 pada proses netmasking :
Sebelum Subnetting  : 110nnnnn.nnnnnnnn. nnnnnnnn.hhhhhhhh
Proses netmasking    : 11111111 . 11111111 . 11111111. 00000000
Subnet-mask  Kls-C :     255        .     255       .     255     .        0
Setelah Supernetting :   110nnnnn.nnnnnnnn. nnnnnnHH.hhhhhhhh
Proses netmasking    :   11111111.11111111.11111100.00000000
Supernet-mask          :       255    .      255    .      252     .        0
Untuk menghitung nilai desimal dari Subnet pada proses netmasking tersebut, kita gunakan tabel konversi Biner (Tabel IX.1).
Contoh soal :
Enam buah jaringan Kelas-C dengan Nomor Network 192.168.32, 192.168.33, 192.168.34, 192.168.35, 192.168.36 dan 192.168.37,  yang masing-masing memiliki 254 Host, akan digabungkan membentuk suatu Supernet.
a.    Tentukan penambahan bit Host yang dibutuhkan, dan Supernet Mask dari gabungan jaringan tersebut !
b.    Tentukan jumlah Host maksimum yang bisa ditampung oleh Supernet tersebut !
c.    Tentukan Supernet ID (Address), Host Range dan Supernet Broadcast  untuk Supernet tersebut !
Jawab :
a.    Jumlah bit Host yang dibutuhkan untuk menggabungkan 6 buah jaringan :
-  untuk 2 bit dapat menggabungkan maksimum 4 jaringan ( 22 = 4 ).
-  untuk 3 bit dapat menggabungkan maksimum 8 jaringan ( 23 = 8 ).
Jadi jumlah bit Host tambahan yang diperlukan adalah 3 bit.
Sebelum Supernetting : 110nnnnn.nnnnnnnn. nnnnnnnn.hhhhhhhh
Setelah Supernetting    : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnHHH.hhhhhhhh
Proses netmasking         : 11111111 . 11111111 . 11111000 . 00000000
Supernet-mask     :       255     .       255     .       248     .        0
b.    Untuk Supernet dari kelas C dengan penambahan 3 bit Host, maka  :
jumlah Host maksimum yang bisa ditampung adalah :
2(8+n)  - 2  =  2(8+3)   - 2  = 2048-2 = 2046 Host.
c.    Supernet ID (Address), Host Range dan Subnet Broadcast  untuk gabungan jaringan tersebut, adalah  :
Supernet Address :  192 . 168. 8 . 0
(alternatif lain : 192.168.16.0; 192.168.24.0; 192.168....0;...; 192.168.248.0 )
Broadcast Add: 192.168.15.255
Catatan :  Yang dibentuk hanya sebuah Supernet.
Supernetmask     :  255 . 255 . 248 . 0
Supernet ID:    192.168.8.0
192.168.8.1
.
.
.
192.168.15.254
Broadcast    192.168.15.255
H o s t   Range         :     192 .  168.  8. 1   -  192 . 168.  8 . 255 = 255
192 . 168.  9. 0   -  192 . 168.  9 . 255 = 256
192 . 168. 10. 0  -  192 . 168. 10 . 255 = 256
192 . 168. 11. 0  -  192 . 168. 11 . 255 = 256
192 . 168. 12. 0  -  192 . 168. 12 . 255 = 256
192 . 168. 13. 0  -  192 . 168. 13 . 244 = 245 +
1524 host
Catatan: agar jumlah host bisa pas dipenuhi, maka bit yg terakhir bisa diubah-ubah sehingga menjadi pas...
Supernet Broadcast  :   192 . 168. 15 . 255
Host-range yang tersedia : 2046 IP-Address.
Host-range digunakan hanya : 6 x 254 = 1524 IP-Address.
Hasil dari proses Supernetting ini mengubah komposisi antara bit Network dengan bit Host, dengan demikian hal ini akan mempengaruhi nilai Network Address, Broadcast Address dan Subnetmask Jaringan.
Sebagai contoh untuk kasus di atas :
Host dengan IP-Address 192.168.12.81/21 adalah Host yang terdapat pada baris ke 5 dari supernet yang terbentuk. Network Address =   192.168.8.0 ;
Broadcast Address = 192.168.15.255 ;
Subnetmask Jaringan =  255.255.248.0
Hal ini bisa juga diperoleh melalui perhitungan sbb. :
Masking 21 bit untuk kelas-C :  192.168.12.81/21
IP-Address
192    168    12    81
1100000    10101000    00001100    0    1010001
Supernet Mask
255    255    248    0
11111111    11111111    11111000    00000000
Network Address
192    168    8    0
1100000    10101000    00001000    00000000
Broadcast Address
192    168    15    255
1100000    10101000    00001111    11111111
Gambar :  Perhitungan Supernet Mask.
Contoh perhitungan Supernet Mask untuk IP-Address lainnya :
Masking 13 bit untuk kelas-B :  144.132.28.49/13
IP-Address
144    132    28    49
10010000    10000100    00011100    0    0110001
Supernet Mask
255    248    0    0
11111111    11111000    00000000    00000000
Network Address
144    128    0    0
10010000    10000000    00000000    00000000
Broadcast Address
144    135    255    255
10010000    10000111    11111111    11111111
Masking 20 bit untuk kelas-C : 203.172. 45.112/20
IP-Address
203    172    45    112
10001011    10101100    00101101    0    1110000
Supernet Mask
255    255    240    0
11111111    11111111    11110000    00000000
Network Address
203    172    32    0
10001011    10101100    00100000    00000000
Broadcast Address
203    172    47    255
10001011    10101100    00101111    11111111
Gambar :  Perhitungan Supernet Mask untuk kelas-B dan kelas-C


itulah contoh cara menghitung superneting pada suatu jaringan. semoga informasi ini dapat membantu anda untuk belajr menghitung supernetting.

Cara Mudah Menghitung Supernetting pada Jaringan Rating: 5 Diposkan Oleh: Unknown